Bus Pelangi dan Trailer Tabrakan, 1 Tewas & 19 Penumpang Cedera

25 Juni 2008. Humas Cabang Aceh

Tampak foto atas kondisi bus Pelangi yang terbalik dan masuk parit, namun tidak ada penumpang yang tewas. (foto repro:Serambi Indonesia)

Tampak kondisi truk trailer yang nyaris patah dua, menyebabkan supir truk tewas di TKP (foto repro: Serambi Indonesia).

Banda Aceh (20/6) – Korban yang meninggal, setelah divisum langsung dibawa pulang ke Langkat, sementara korban yang luka berat maupun ringan dievakuasi ke tiga tempat, masing-masing Puskesmas Simpang Mamplam, Puskesmas Pandrah, dan RSUD dr.Fauziah Bireuen. Para korban yang dirujuk ke Puskesmas Pandrah, umumnya mengalami luka ringan. “Hanya satu orang, yaitu Iramaya yang mengalami luka berat di sekujur tubuhnya,” kata dr Azmi, Kepala Puskesmas Pandrah.

Korban yang dirujuk ke RSUD dr Fauziah Bireuen umumnya mengalami luka berat, kecuali Salsa yang hanya mengalami luka gores di sekujur tubuhnya. Tiga korban lainnya yang mengalami luka berat dan ringan adalah Usman, sopir satu yang digantikan Wandi, yang juga terluka parah. Korban luka parah lainnya adalah seorang sopir Bus Pelangi lainnya yang hari itu jadi penumpang di bus yang nahas itu. Namun, hingga tadi malam belum diketahui namanya.

Kaca bus dilempari

Menurut keterangan, bus tersebut berangkat dari Medan ke Banda Aceh berisi penumpang 21 orang, ditambah tiga awak bus dan seorang sopir Pelangi yang ikut menumpang pulang ke Aceh.

Dalam perjalanan ternyata kaca bus itu dilempari oleh seseorang di kawasan Pangkalan Susu, dan saat itu beberapa penumpang meminta bus segeri berhenti untuk mengganti kaca dengan plastik agar penumpang di dalam lebih nyaman.
Namun, permintaan penumpang itu tidak dihiraukan Usman (40) selaku sopir I, warga Garot, Pidie. Setibanya di SPBU Kutabinje Aceh Timur sopir digantikan Wandi (25), penduduk Pidie. Bus tetap melaju dengan kencang. Lalu tiba-tiba, ketika berada di kawasan kawasan Cot Batee Geulungku bus menghantam truk trailer yang datang dari arah berlawanan. Setelah menghantam truk, bus masuk parit dengan posisi ban terbalik ke atas.

Raja dan Ruri, dua penumpang yang duduk di bangku 2A dan 3A tidak mengalami luka-luka mengaku saat kejadian mereka tertidur. Tahu-tahu bus sudah terbalik dan mereka terpaksa ke luar melalui kaca samping yang pecah.
Bagian depan truk trailer juga rusak berat, bahkan nyaris terpisah antara bagian depan dengan gandengan di belakangnnya. Sopir truk yang tewas tersebut mengalami luka parah mulai di bawah dada dan diketahui meninggal di TKP segera dievakuasi ke Puskesmas Simpang Mamplam. Setelah divisum sebentar, korban langsung dibawa pulang ke Langkat. Namun tidak jelas, apakah kernet truk triler itu terluka atau tidak, karena setelah kejadian langsung menghilang. (jy)