Berkendara
Nyopir Sambil Nelpon? Bukan Masalah!
PASTI masih segar dalam ingatan kita, beberapa tahun lalu --saat telepon selular (ponsel) mulai merebak dan bahkan beranjak menjadi kebutuhan primer yang tak bisa ditinggalkan--, Pemerintah DKI Jakarta sempat berencana menerbitkan peraturan daerah soal larangan mengemudi sambil menelepon. Kala itu, rencana Perda ini diharapkan dapat "memaksa" pengendara untuk tetap fokus, dan tidak memecah konsentrasinya dengan bertelepon, terlebih menulis SMS. Berponsel sambil 'nyupir' memang dituding menjadi salah satu pangkal kecelakaan di jalan raya, terlebih di kota-kota besar.
Tips Cara Hemat Merawat Mobil
Merawat mobil, memang gampang-gampang susah. Salah sedikit saja, akibatnya bisa susah. Selain itu, kalau dipaksakan harus diserahkan pada montir atau bengkel, mungkin terlalu banyak biaya yang harus dikeluarkan. Karenanya, cara hemat dan praktis merawat mobil, terletak pada kemauan dan keuletan kita sendiri dalam melakukannya. Untuk itu, beberapa trik merawat mobil dibawah ini, ada manfaatnya bagi pembaca.
Pengemudi Berponsel Bikin Lalu Lintas Tersendat
Utah - Tak hanya membahayakan, memakai ponsel sambil mengemudi ternyata berperan dalam menghambat lalu lintas. Hal ini lantaran dengan memakai ponsel, pengemudi jadi menjalankan kendaraan lebih lambat dari yang seharusnya, jarang menyalip kendaraan lain sehingga sampai ke tempat tujuan lebih lama.Kesimpulan ini terungkap dalam studi oleh beberapa peneliti Amerika Serikat. "Jika Anda bebicara via ponsel sambil mengemudi, perjalanan Anda menjadi lambat dan begitu pula dengan kendaran lain di sekitar," tutur Joel Cooper, mahasiswa doktoral di Universitas Utah, Amerika Serikat yang terlibat dalam studi ini.
Tips Berkendara Saat Hujan
JAKARTA - Berkendaraan nyaman sangatlah menyenangkan, namun ada baiknya melihat kondisi akan membuat Anda lebih waspada. Berkendaraan dalam keadaan hujan sangatlah berbeda dengan keadaan cerah, oleh karena itu tidak ada salahnya jika Anda menyimak tips berkendaraan saat hujan seperti dikutip goodyear-indonesia, Selasa (24/4/2007).
Mengemudi Aman di Jalur Basah
KapanLagi.com - Bulan Januari, adalah bulan basah. Hampir tiap hari jalanan diguyur air hujan. Genangan bahkan banjir kerap kali menghiasi jalanan di sepanjang bulan pertama kalender masehi ini. Permukaan aspal jadi basah dan licin. Berkendaraan di bulan ini jauh lebih berbahaya. Lebih-lebih saat meluncur ke luar kota dengan rute yang belum familiar.
Perawatan Rem Hindari Kecelakaan
Rem adalah salah satu pengaman Anda dalam mengemudi, cermati & rawatlah untuk keamanan Anda
Trik jitu hemat BBM
Sejak subsidi bahan bakar minyak mulai dikurangi, harga BBM melonjak luar biasa. Ada dua cara yang bisa ditempuh untuk menjaga ketebalan dompet Anda. Pertama, menjadi pengguna kendaraan umum atau kedua, tetap melaju di atas mobil dengan menerapkan tip menghemat bahan bakar. Untuk menghemat pemakaian BBM usahakan rajin memelihara kondisi mesin agar efektif dan maksimal bekerjanya. Jalankan kendaraan dengan cerdas yaitu selalu menjaga kondisi mesin dalam putaran stabil.
Alarm Bukan Alat Pengaman Utama
Kini hampir semua kendaraan bermotor, apalagi mobil, selalu dilengkapi alarm. Ironisnya, alarm sering diyakini sebagai alat pengaman paling ampuh. Ini karena alarm memang selalu dirancang bakal segera 'menyalak' bila pintu mobil dibuka sebelum menonaktifkan perlengkapan pengaman itu. Sirene atau klakson juga segera berbunyi kalau mesin dinyalakan sebelum alarm dimatikan.
Sabuk Pengaman Perangkat Terpenting
Perusahaan pembuat mobil berlomba-lomba membuat mobil yang tidak saja dapat melindungi orang-orang yang berada di dalamnya saat terjadi kecelakaan, melainkan juga membuat perangkat yang membantu pengemudi menghindari terjadinya kecelakaan. Dalam kecelakaan di jalan, yang paling banyak terjadi adalah tabrakan frontal (bagian depan mobil yang menabrak) sebanyak 40 persen, yang kedua adalah ditabrak dari samping (20 persen), bagian depan kiri mobil menabrak mobil atau pejalan kaki (18 persen), bagian samping mobil menyenggol benda lain (15 persen), mobil terguling (5 persen), dan ditabrak dari belakang (2 persen
Saat Mengemudi, Pusatkan Perhatian ke Jalan
Pada hari Senin (16/10) lalu, terjadi tabrakan antara truk dan bus di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 69,600. Tabrakan bermula karena truk yang dikemudikan oleh Sakum bin Caswita (34) yang melaju dari arah Cikampek menuju Jakarta tiba-tiba membelok ke kanan, melintas median jalan, dan masuk ke jalur tol arah Jakarta menuju Cikampek. Sementara itu, bus PO Primajasa yang dikemudikan oleh Ayi Hadi (48) yang sedang melaju cepat ke arah Cikampek tidak dapat menghindari truk yang tiba-tiba muncul di hadapannya, dan tabrakan pun terjadi. Sembilan orang tewas dan 10 orang luka berat dalam tabrakan tersebut.
