JR NTB Narasumber Workshop Kurikulum Etika Berlalulintas

8 November 2012. editor24

Dalam upaya membangun kesadaran disiplin berlalu lintas sejak dini, bertempat di Hotel Lombok Garden, selama 2 (dua) hari, digelar Workshop Kurikulum Terintegrasi Berlalu Lintas (Safety Riding) kedalam mata pelajaran. Kegiatan yang diikuti Para Guru SMP, SMK/SMA Se-Provinsi NTB, Kasat Lantas, Kanit Dikyasa Polres Se-NTB dan Perwira Ditlantas Polda NTB. Agenda Workshop tersebut digelar berkat kerjasama antara Astra Motor, Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Dikpora) Prov. NTB, Ditantas Polda NTB dan Jasa Raharja NTB,

Acara workshop tersebut menghadirkan tiga pembicara dari Dikpora Yogyakarta yakni  Erni, Wahyu dan Sugiharjo, dalam pemaparannya menyampaikan pentingnya kurikulum etika berlalu lintas pasalnya dengan terintegrasinya kurikulum tersebut akan semakin membangun kesadaran generasi masa depan dalam meningkatkan disiplin berlalu lintas. “Kecelakaan akibat kurang etika berlalu lintas merupakan penyumbang tertinggi kecelakaan fatalitas di negeri ini. Jadi dibutuhkan sinergitas kurikulum bagi anak-anak sekolah mulai tingkat SMP, SMA/SMK, ”paparnya.

Dalam kegiatan tersebut juga di dibahas tanggungjawab moral terhadap pengguna kendaraan bermotor, karena itu pabrik motor seperti Astra sudah merancang sebuah silabus edukasi cara menggunakan motor yang benar dalam keselamatan berkendara di jalan raya. Workshop untuk guru SMP dan SMK/SMK Se-NTB tersebut akan dibuatkan  kurikulum terintegrasi pada tingkat usia dini SD. Sedangkan di 2013 nanti kurikulum itu akan terintegrasi di perguruan tinggi. Sejak 2010 rancangan kurikulum itu sudah disebarkan di 14 Provinsi di tingkat SMP, SMA, dan SMK.

“Misalnya di pelajaran Agama mengajarkan sopan santun dan bagaimana merawat milik publik, PKN juga mengajarkan bagaimana menjadi warga negara yang baik. Jadi kalau menurut kami, etika itu bukan pelajaran sendiri, tapi terintergrasi kepada semua pelajaran, “ujar Pembicara dari Dikpora Jogjakarta yang mana salah satu sekolah di Kota Gudeg tersebut telah sukses menjalankan kurikulum terintegrasi etika berlalu lintas tersebut.

Usai penyampaian materi dari Pembicara Dinas Dikpora Jogjakarta, giliran Jasa Raharja Cabang NTB yang diwakili Kanit Humas dan Hukum I Ketut Suwana, SH menyampaikan materi terkait UU No. 33 dan 34 tahun 1964 yang diemban Jasa Raharja. Pada kesempatan tersebut, Kanit Humas dan Hukum juga menjabarkan secara rinci kah dan kewajiban masyarakat serta prosedur mengurus santunan Jasa Raharja yang selalu mengedepankan Prime Service’s, “Kalau bapak-ibu datang mengurus santunan di Kantor Jasa Raharja, maka kami akan menyambut dengan senyum keramahan,” kata Kanit Humas dan Hukum sambil tersenyum yang disambut senyuman dan tepuk tangan para peserta yang adalah para guru dan Kasat Lantas, Kanitdikyasa Lantas se- NTB. kegiatan dilanjutkan dengan pembagian helm gratis kepada para peserta yang beruntung dan dapat menjawab dengan benar pertanyaan dari narasumber sesuai dengan materi yang disampaikan.

Setelah pembagian helm SNI bagi peserta yang beruntung, Dirlantas Polda NTB kemudian menutup acara secara resmi. Dalam sambutan penutupan Dirlantas berharap agar para guru menjadi pelopor sekaligus penyampaikan pesan kepada siswa di lingkungan yang lebih luas dalam rangka mengimplementasikan Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas dan Keselamatan Sebagai Kebutuhan.  Acara diakhiri dengan penandatanganan fakta integritas antara Dikpora Provinsi NTB, Jasa Raharja NTB, Yayasan Astra Honda Motor Dirlantas Polda NTB yang isinya komitmen bersama tentang Kurikulum Terintegrasi Etika Berlalu Lintas Kedalam Mata Pelajaran. *(Humas JR NTB/Suwana)*.