JR Sumsel Hadiri Supervisi Data Laka Lantas antara Korlantas Polri dengan JR

18 April 2013. editor10

Jasa Raharja sebagai asuransi sosial milik pemerintah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya selalu berupaya untuk membina hubungan yang baik dengan mitra kerja terkait. Hubungan relasi antara Jasa Raharja dengan mitra kerja tentunya akan berpengaruh pada  peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai salah satu mitra kerja dari Jasa Raharja tentunya juga senantiasa membantu pelaksanaan tugas dan kewajiban Jasa Raharja dalam memberikan jaminan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan. Hubungan koordinasi antara Jasa Raharja  dengan Polri dirasakan sangat diperlukan sehubungan Polri sebagai pihak yang berkompeten untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, dalam hal  menerbitkan Laporan Polisi yang berkaitan dengan terjadinya peristiwa kecelakaan.

Hubungan koordinasi yang telah terjalin antara Jasa Raharja dengan Polri seperti yang telah berlangsung pada Gedung NTMC Polda Sumatera Selatan, (17/4), berkaitan dengan “Supervisi Coklit (Pencocokan dan Penelitian) Data Laka Lantas Antara Korlantas Polri dengan Jasa Raharja” diharapkan dapat untuk menemukan jawaban atas telah terjadinya perbedaan persepsi dalam pendataan korban kecelakaan lalu lintas.

Kombes. Drs. Gatot Subroto, selaku Ketua Tim dari Korlantas Polri mengatakan  “Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa masalah kecelakaan lalu lintas angkutan jalan merupakan problem krusial yang tidak mudah diatasi, dimana seluruh negara di dunia memiliki problem yang hampir sama dengan Indonesia. Terjadinya perbedaan dalam jumlah data kecelakaan lalu lintas antara Jasa Raharja dengan Polri tentunya sudah kita prediksi dikarenakan adanya perbedaan persepsi dalam menentukan status dari korban kecelakaan. Namun konsekuensinya jika kita menyajikan data yang tidak akurat maka dampaknya akan lebih luas lagi bahkan dapat mencerminkan kinerja pemerintah yang kurang baik sehingga data yang disajikan mengenai korban akibat laka lantas tidak dapat digunakan sebagai rujukan dalam merancang suatu kebijakan”

Dalam acara tersebut juga turut hadir, Mustimar Karimi, selaku Kepala Divisi Pencegahan dan Pelayanan Jasa Raharja memberi penjelasan mengenai penyebab terjadinya perbedaan data kecelakaan antara Jasa Raharja dengan Polri.

“Perbedaan ini hanya karena adanya perbedaan persepsi saja yaitu dari segi pelaporan status korban yang meninggal dunia, dimana korban pada saat pembuatan Laporan Polisi mengalami status luka berat, namun ketika melaporkan kepada Jasa Raharja dalam hal pengajuan pengurusan santunan korban telah meninggal dunia. Kemudian perbedaan data mengenai laka lantas ini juga dapat disebabkan oleh faktor adanya pengiriman berkas dari daerah lain untuk diajukan ke domisili ahli waris. Ini merupakan suatu bukti bahwa perbedaan data  laka lantas pada saat ini bukanlah suatu hal yang harus kita takuti, namun kita tentunya akan berdiskusi mengenai jalan yang terbaik agar data laka lantas antara Jasa Raharja dengan Polri dapat sejalan.” Tegas Mustimar Karimi.

Dengan terlaksananya supervisi data laka lantas antara Korlantas Polri dengan Jasa Raharja maka diharapkan dapat meminimalisir perbedaan data kecelakaan lalulintas yang ada di Indonesia. *(Humas JR Sumsel/ rhidja)*.