Kecelakaan Bus Giri Indah di Cisarua Bogor

22 Agustus 2013. Cab. Jawa Barat

Bogor berduka, Rabu (21/8), kecelakaan di Jl Raya Tugu Puncak Cisarua Kampung Pesit, Tugu Utara, Cisarua, Kabupaten Bogor, Bus Giri Indah B 7297 BI yang membawa rombongan Jemaat GBI Rahmat Immanuel Kelapa Gading, Jakarta Utara sepulang nya melakukan ibadah di sebuah vila di Cipanas Puncak, Bogor mengalami rem blong dan menabrak kendaraan Pick Up yang mengangkut gas elpiji kemudian menabrak warung di sisi jalan dan akhirnya bus terperosok ke dalam sungai Ciliwung sedalam ±10 meter dengan menyeret kendaraan pick up yang mengakibatkan total 18 korban meninggal di tempat, 1 korban meninggal dalam perawatan ICU beberapa jam setelah kejadian jumlah 19 korban meninggal dunia dan 34 orang luka berat mendapatkan pertolongan pertama di RS Paru dr. M. Goenawan Partowidigdo kemudian 12 korban di rujuk ke RS Sentra Medika serta 2 korban di rujuk ke RS Ciawi Bogor.

Direktur Utama, Budi Setyarso dan Direktur Keuangan Jasa Raharja, Zayad Ghani, didampingi oleh Kepala Divisi PP, Rahmat Slamet, berikut Kepala Cabang Jawa Barat, I Ketut Suadnya, didampingi Kasubag Administrasi Pelayanan, Taufik F. Iskandar dan Pel. Adm. Pelayanan, Bagus Priyo Amboro, dan rekan rekan Perwakilan Bogor maupun KPJR Cianjur turut terjun ke tempat kejadian.

Direktur Medik dan Keperawatan, dr. H. Emil Ibrahim, menyampaikan rasa terima kasih kepada warga sekitar serta mitra terkait yang telah proaktif membantu dalam pengevakuasian dan penanggulangan korban kecelakaan tersebut, dan pihak rumah sakit berterima kasih kepada Jasa Raharja karena memberikan jaminan kepada setiap korban kecelakaan lalu lintas yang dirawat di RS Paru dr. M Goenawan Partowidigdo dan RS Sentra Medika serta RS Ciawi

“Korban akibat kecelakaan bus tersebut mendapat santunan bagi korban meninggal dunia dan bagi korban dalam perawatan mendapatkan jaminan biaya rawatan maksimal 10 juta rupiah yang akan di tanggulangi langsung oleh rumah sakit” tegas Budi Setyarso dalam konferensi pers di aula RS Paru dr. M. Goenawan Partowidigdo

Proses pelimpahan data korban ke Kantor Perwakilan maupun Cabang terkait dilakukan hari itu juga oleh rekan rekan Jasa Raharja Perwakilan Bogor. Sesuai domisili ahli waris korban yang berada di wilayah kerja Cabang DKI Jakarta sebanyak 7 (tujuh) korban, Cabang Sulawesi Utara sebanyak 1 (satu) korban, Cabang Banten sebanyak 1 (satu) korban, 9 (sembilan) korban lainnya berada dalam Wilayah Kerja Cabang Jawa Barat, Perwakilan Bekasi sebanyak 5 (lima) korban, Perwakilan Karawang sebanyak 1 (satu) korban, sedangkan proses penyelesaian santunan korban yang berdomisili di wilayah kerja Perwakilan Bogor akan dilakukan pada Kamis (22/8) sebanyak 3 (tiga) korban. (Humas JR Jabar/bgs)