Komisaris Jasa Raharja Kunjungi Dusun Brajan Yogyakarta

26 Maret 2012. Cabang D. I. Yogyakarta

Komisaris Utama Jasa Raharja, Prof. Mardiasmo, didampingi anggota Komisaris, Baroeto Badroes, melakukan kunjungan kerja ke D.I.Yogyakarta Sabtu (24/3) kemarin. Rombongan Jasa Raharja berkunjung ke sentral kerajinan bambu yang ada di Dusun Brajan Desa Sendangagung, Minggir, Sleman dan kerajinan perak di Kotagede Jogja.

Dalam kunjungan kerja tersebut, rombongan komisaris Jasa Raharja didampingi Kepala Jasa Raharja Cabang DIY Q. Aeni Syamlawi, Kaur PKBL, Rudi Yulianto, Anggota Sekretaris Komisaris, Restog K Kusuma, Kanit PKBL Suprijal, Kanit Humas dan Hukum Triadi dan Kanit SDM dan Umum Ria Yusniar serta jajaran staf Jasa Raharja Cabang DIY.

Kali pertama pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mendapat kunjungan komisaris yaitu sentral kerajinan bambu. Perajin bambu yang ada di Dusun Brajan Desa Sendangagung, Minggir tersebut merupakan Mitra Binaan Jasa Raharja Cabang DIY. Rombongan komisaris Jasa Raharja tiba di sentral kerajinan bambu, Sabtu pagi (24/3) sekitar pukul 09.30. Rombongan disambut langsung oleh Ketua Kelompok Perajin Bambu Prink Mas yang juga Kepala Dusun Brajan Sulisman bersama puluhan perajin bambu Brajan.

Begitu tiba di Brajan, rombongan komisaris tersebut langsung menuju showroom yang ada di depan rumah Ketua Kelompok Perajin Bambu Prink Mas Sulisman. Di showroom berukuran 3 X 5 meter tersebut, Komisaris PT Jasa Raharja Prof. Mardiasmo dan Baroeto Badroes bersama rombongan melihat secara langsung aneka model kerajinan kreasi perajin bambu Brajan. Mulai dari kerajinan bambu kebutuhan dapur hingga hiasan rumah seperti tempat nasi, tisu, makanan ringan, lampu hias, dompet, bungkus undangan manten, tempat pakaian kotor, dan lain sebagainya.

Acara dilanjutkan pertemuan dengan para perajin. Dibuka oleh Kacab dan disambung dengan sambutan Komisaris Utama yang sesekali diselingi dialog dengan para perajin. “Desainnya kok bisa bagus seperti ini pak. Gimana cara buatnya,” tanya Komisaris Jasa Raharja, Prof Mardiasmo, kepada, Sulisman.

Mendengar pertanyaan tersebut, Sulisman menjawab model kerajinan bambu ini tidak lepas dari pembinaan Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja dan PT Jasa Raharja Cabang DIY kepada para perajin. Berkat kerjasama itulah, perajin dapat melakukan inovasi model kerajinan mulai dari kerajinan untuk kebutuhan dapur hingga hiasan ruangan.

“Bantunan pinjaman permodalan dari Jasa Raharja sangat membantu pengrajin. Sehingga kerajinan bambu ini tidak hanya untuk warga lokal saja tapi di ekspor ke Malaysia, Australia, dan negara Eropa. Ini semua berkat pendampingan UII mulai dari desa hingga pemasaran yang menggunakan fasilitas internet,” terang, Sulisman. *(Humas JR Yogya/Triadi)*.