Info Utama

11 Juni 2018, Humas DIY

1.200 Peserta Mudik Gratis Bareng Jasa Raharja Tiba di Terminal Giwangan

JOGJA – Sebanyak 1.200 orang peserta mudik gratis bersama PT Jasa Raharja (Persero) tiba di Yogyakarta, Sabtu malam (9/6). Mereka dilepas oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dari Ancol pada Sabtu pagi. Pada mudik gratis 2018, Jasa Raharja menyediakan armada sebanyak 35 bus khusus untuk tujuan wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Antara lain, 23 bus tujuan terminal Giwangan dan 12 bus lainnya tujuan akhir terminal Wonosari.

 

Selain dari Jakarta, mudik gratis bersama Jasa Raharja juga diselenggarakan dari Surabaya. Armada yang disiapkan sebanyak 9 unit. Nantinya, rombongan yang berangkat pada 13 Juni akan turun di terminal Giwangan. Demi kenyamanan para peserta mudik gratis, Jasa Raharja memberikan fasilitas berupa kaos dan snack untuk berbuka puasa.

“Total peserta mudik gratis dari Jakarta sekitar 1.200 orang dan dari Surabaya lebih dari 700 orang,” kata Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang DIY, RM Wahyu Widodo SH MH disela-sela menyambut para pemudik bareng Jasa Raharja di terminal Giwangan, Sabtu malam (9/6).

 

Tak hanya Jasa Raharja, perusahaan milik pemerintah lainnya juga ikut berpartisipasi menyukseskan mudik bareng BUMN. Tujuannya adalah untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas sekaligus membantu masyarakat yang ingin merayakan lebaran ke kampung halaman.

“Program mudik gratis ini untuk mencegah kemacetan. Sebab, para pemudik yang tahun lalu menggunakan sepeda motor sekarang ikut mudik gratis Jasa Raharja,” jelas Wahyu.

 

Peserta mudik gratis Larno menyampaikan terima kasih kepada Jasa Raharja yang telah menyelenggarakan mudik gratis. “Mudah-mudahan tahun depan ada program balik ke Jakarta secara gratis. Jadi, tidak hanya mudik gratis saja,” harap Larno.

 

Setelah turun di terminal Giwangan, Larno bersama lima anggota keluarganya akan meneruskan perjalanan menuju kampung halaman yakni  Boyolali.

 

Peserta mudik bareng Jasa Raharja lain, Sardiyono mengaku senang dapat mengikuti mudik gratis yang diselenggarakan Jasa Raharja. Menurutnya, program ini sangat membantu mengingat dirinya termasuk dari golongan ekonomi yang pas-pasan. Ia bersama isteri dan anaknya akan pulang ke kampung halamannya di Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman.

“Kalau beli tiket kereta atau bus jelas mahal. Setidaknya, uang yang tadinya untuk beli tiket bisa kami gunakan untuk keperluan lainnya,” terang Sardiyono yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan di Jakarta.

(Humas JR DIY // Aryo W Kusuma)