Bandung, 08 Februari 2010, Lisa Larasati (Pr. 7 Tahun) ikut mendampingi ibunya untuk menerima santunan meninggal Bapaknya Pairin dari Jasa Raharja Jawa Barat. Lisa Larasati yang duduk dikelas 4 SD waktu disapa oleh petugas pelayanan dengan riangnya menjelaskan, bahwa ia dikelasnya masuk peringkat rangking ke-2, teman-temannya semua baik-baik, keluarganya sekarang semuanya tambah baik aja padanya, hanya bapak katanya “ pergi untuk selamanya “ . Lisa belum menyadari sepenuhnya apa artinya ditinggal “ pergi untuk selamanya “ oleh bapaknya itu. Lisa sayang……Lisa
Menurut istri korban Ny. Dede Masru’ah, bahwa suaminya bermaksud menengok orang tuanya yang berada di Purworejo, tetapi apa mau dikata Tuhan menghendaki lain, disana suaminya malah menghembuskan napas terakhirnya karena tertabrak oleh kendaraan yang melarikan diri. Sehingga kami harus rela kehilangan tulang punggung kami dan menerima musibah ini sebagai cobaan, demikian ungkap Ny. Dede Masru’ah sambil menyeka air matanya.
Waktu dikonfirmasi, bagaimana tanggapannya mengenai pelayanan Jasa Raharja ?, menurutnya pelayanan Jasa Raharja cukup baik, terutama dalam pengamanan pembayaran santunannya yang ketat, sampai-sampai harus membuka rekening tabungan di Bank BRI. Tapi saya paham maksudnya, agar santunan tersebut dapat kami terima secara aman dan utuh. Kalau masalah lamanya kami menyadari, karena kejadiannya di Jawa sedangkan ahli waris tinggal di
Terima kasih Jasa Raharja, semoga Pelayanannya yang sudah baik ini dipertahankan. (Humas JR-Jabar *is).









