Semua Penumpang KMP Andika Nusantara Selamat Berkat Keputusan Evakuasi
Sebagai bentuk respon cepat dalam memberikan pelayanan sekaligus sebagai bagian dari tanggungjawab penyelamatan bagi para pengguna transportasi ditunjukkan Kepala Jasa Raharja Cabang NTB. Hairul Aswan,SE., bersama Kanit Humas dan Hukum, I Ketut Suwana,SH., Kanit SDM Umum, M.Yusron Fuadi, PA Pelayanan Supiandi,SKM. PA Teknik, Udin Kurniawan,ST., bersama Kepala Cabang Jasaraharja Putera, Muslikh Fridajaya,SE.MM., dan jajaran, Rabu petang (25/1) langsung bergerak cepat begitu mendapat informasi dari mitra kerja ada evakuasi terhadap KMP Andika Nusantara milik PT Jembatan Madura yang nyaris tenggelam karena diterjang gelombang dan memilih untuk menepi di Gili Asahan Labuhan Poh Sekotong Lombok Barat.
Respon cepat Kepala Cabang dan jajaran atas info/kasus tersebut sebagai upaya pencegahan dini terhadap kecelakaan transportasi laut yang menjadi bagian dari tanggungjawab Jasa Raharja sebagai pengemban amanah UU No. 33 Tahun 1964. “Langkah evakuasi dengan mitra kerja terkait harus cepat dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan karena itu begitu ada informasi kami langsung bergerak,” ujar, Hairul Aswan,SE.
KMP. Andika Nusantara yang berangkat dari pelabahuan Padang Bai Bali pukul 11.30 Wita menuju Pelabuhan Lembar Lombok pada jam 14.15 wita, diperairan selat lombok dihantam gelombang dan angin kencang, mengakibatkan kapal tersebut nyaris tenggelam. KMP. Andika Nusantara mengalami kecelakaan akibat dihantam gelombang dan angin kencang, keadaan dalam kapal bergeser dari letaknya semula kesisi kanan kapal, menindih kendaraan kecil lainnya sehingga menyebabkan kapal jadi miring kekanan.“Penyebab utamanya memang faktor cuaca,” ujar pimpinan PT. ASDP Indonesia Ferry Lembar Charda Damanik, SE
Rahmat salah seorang penumpang menuturkan, kronologis kejadian tersebut memang disebabkan karena faktor cuaca, yang waktu itu sangat tidak bersahabat sehingga hampir selama dua jam kapal berusaha tetap jalan meski dalam kondisi miring untuk menyelamatkan penumpang.
Berbagai upaya dilakukan tim evakuasi termasuk Jasa Raharja untuk mengevakuasi penumpang sempat gagal, diantaranya dengan mengirim dua buah kapal dari pelabuhan lembar KMP. Perdana dan KMP. Citra Nusantara, dengan pertimbangan resiko dan traumatic para penumpang, evakuasi dengan mempergunakan kapal bantuan tersebut gagal dilakukan, dan para penumpang menolak dievakuasi dengan kapal tersebut.
Langkah terakhir yang ditempuh untuk upaya penyelamatan, KMP. Andika kemudian merapat ke Gili Asahan yang terdapat di Labuan Poh sekotong, karena para penumpang yang berjumlah 201 yang ketika itu panik, lebih memilih untuk mendarat ketimbang dievakasi ke kapal citra nusantara ditengah laut karena dinilai akan berisiko. “Evakuasi ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Alhamdulillah semua penumpang selamat,” ungkap Kepala Cabang Jasa Raharja NTB.
Setelah dievakuasi ke pelabuhan Poh selanjutnya penumpang dibawa ke Pelabuhan Lembar dengan menggunakan Bus Damri. Di Pelabuhan Lembar Jasa Raharja, Jasaraharja Putera bersama mitra kerja lainnya langsung melakukan pendataan terhadap penumpang dan diberikan penjelasan terhadap barang bawaan termasuk kendaraan dalam keadaan aman karena sudah ada pengamanan. Kepada penumpang juga diberikan penjelasan bahwa setelah cuaca membaik Kapal KMP Andika akan diberangkatkan menuju Lembar. Dan para penumpang yang sudah didata akan dihubungi oleh petugas untuk mengambil kendaraan dan barang-barangnya. “Kalau ada kerusakan baik kendaraan maupun barangnya semua sudah termasuk jaminan pertanggungan Asuransi Jasaraharja Putera, “ Ujar Kepala Jasaraharja Putera Cabang Mataram Muslikh Fridajaya. *(Humas JR NTB/Suwana)*.













