





Perjalanan Aman Rasa Nyaman Dalam Genggaman

Hadir Mewakili Negara Melindungi Anda
Tugas Pokok Jasa Raharja untuk masyarakat
Jasa Raharja sebagai penjamin pertama Korban kecelakaan Lalu Lintas sesuai UU No. 33 Tahun 1964 dan UU No. 34 Tahun 1964
Perlindungan Penumpang
Perlindungan Penumpang Angkutan Umum Resmi
Perlindungan Pihak Ketiga
Perlindungan kepada pihak ketiga diluar kendaraan penyebab Kecelakaan
UU No.33 Tahun 1964
dan
UU No.34 Tahun 1964
SWDKLLJ
Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan
IWKBU
Iuran Wajib Kendaraan Bermotor Umum
IWPU
Iuran Wajib Pesawat Udara
IWKA
Iuran Wajib Kereta Api
IWKL
Iuran Wajib Kapal Laut
29
Kantor Wilayah
63
Kantor Cabang
31
Kantor Pelayanan
Berita Jasa Raharja

Harwan Muldidarmawan Paparkan Peran Compliance dan Ethics sebagai Kunci Keberlanjutan Organisasi di Universitas Gadjah Mada
06/04/2026
YOGYAKARTA – Penerapan compliance dan ethics yang berjalan secara terintegrasi menjadi fondasi utama dalam membangun tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta mendorong keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang.
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan, dalam kuliah tamu pada mata kuliah Business Ethics for Sustainability untuk kelas MBA/IMBA Angkatan 87, Program Studi Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM). Agenda tersebut diselenggarakan di Faculty Meeting Room (FMR) MBA FEB UGM Kampus Yogyakarta, pada (31/03/2026).
Dalam pemaparannya, Harwan menyampaikan bahwa penerapan prinsip etika bisnis dan kepatuhan tidak hanya berhenti pada pemenuhan aspek regulatif, tetapi juga terintegrasi dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan di seluruh lini organisasi. Pendekatan ini turut diperkuat melalui pengelolaan risiko yang terukur serta pembangunan budaya perusahaan yang menjunjung tinggi integritas dan akuntabilitas.
“Kepatuhan terhadap regulasi yang dijalankan dengan penuh amanah, disertai strategi manajemen yang tepat, tidak hanya memastikan operasional perusahaan berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik sebagai aset utama perusahaan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Harwan menekankan bahwa bagi perusahaan yang bergerak di sektor layanan publik, keberhasilan dalam menjaga keseimbangan antara kepatuhan, etika, dan kinerja menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang berkelanjutan. “Selain itu juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tambahnya.
Dalam penyampaianya, Harwan juga memaparkan bahwa PT Jasa Raharja menempatkan etika sebagai fondasi utama dalam seluruh kerangka Governance, Risk, and Compliance (GRC), tidak hanya sebagai pemenuhan aturan, tetapi sebagai kompas moral dalam setiap pengambilan keputusan. Hal ini diwujudkan melalui penerapan Code of Conduct, penguatan budaya integritas dengan prinsip zero tolerance to fraud, serta integrasi etika dalam proses bisnis, layanan, dan pengelolaan risiko. Pendekatan ini juga didukung oleh sistem digital seperti ekosistem GRC dan JRCare yang menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kecepatan layanan kepada masyarakat. Sebagai perusahaan yang mengemban amanah publik, Jasa Raharja memastikan bahwa setiap pengelolaan dana dan pelayanan santunan dilakukan secara adil, inklusif, dan bertanggung jawab, sehingga mampu membangun kepercayaan publik dan menjaga keberlanjutan layanan secara jangka panjang. Hal ini dibuktikan dengan kinerja keuangan Perusahaan yang solid, bahkan saat menghadapi pandemi Covid-19, dan pengakuan publik yang tercermin melalui berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional yang diterima MBA FEB UGM Kampus Yogyakarta, Prof. Amin Wibowo, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Harwan Muldidarmawan. Ia menyampaikan bahwa kehadiran praktisi dalam perkuliahan memberikan kesempatan
bagi mahasiswa untuk memperoleh first-hand experience terkait implementasi Business Ethics for Sustainability di dunia industri. “Terima kasih atas perkenan Bapak Harwan hadir dan mengisi kelas kali ini, menjadi bekal penting bagi Mahasiswa UGM karena berkesempatan untuk bertemu dalam satu forum Business Ethics for Sustainability, di mana mahasiswa dapat belajar secara langsung dari praktik yang dilakukan oleh Jasa Raharja,” ujar beliau.
Lebih lanjut, Prof. Amin menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran di MBA FEB UGM. Menurutnya, program MBA tidak hanya membekali mahasiswa dengan pemahaman konseptual, tetapi juga menghadirkan perspektif praktik nyata melalui kehadiran para profesional sebagai guest lecturer. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari pengalaman langsung di dunia kerja yang selama ini tidak selalu dapat diperoleh di ruang kelas.
Kegiatan kuliah tamu yang dimoderatori oleh dosen FEB UGM, Wuri Handayani, S.E., Ak., M.Si., M.A., Ph.D., ini diikuti 57 peserta. Turut hadir Guru Besar FEB uGM, Prof. Eko Suwardi, MSc., Ph.D. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai pertanyaan dan diskusi kritis yang mengulas isu-isu etika bisnis dan keberlanjutan, baik dari perspektif konseptual maupun praktik di lapangan.

Jasa Raharja Hadirkan Bantuan Rehabilitasi Fasilitas Pendidikan di NTB, Perkuat Komitmen TJSL Berkelanjutan
03/04/2026
Jakarta, 3 April 2026 – Upaya peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Jasa Raharja. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Jasa Raharja menyalurkan bantuan rehabilitasi sarana dan prasarana kepada Madrasah Ibtidaiyah Al-Ma’arif Nurul Yaqin Sepit, yang terdapat di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Langkah ini mencerminkan komitmen Jasa Raharja dalam melayani sepenuh hati serta memperkuat peran dalam pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 1 April 2026 ini dihadiri oleh Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana yang didampingi oleh Soleh selaku Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Nusa Tenggara Barat serta Tim Divisi TJSL Kantor Pusat Jasa Raharja. Kehadiran jajaran manajemen ini menjadi simbol keseriusan perusahaan dalam memastikan program TJSL berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Bantuan rehabilitasi yang diberikan mencakup perbaikan fasilitas fisik sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi para siswa. Langkah ini sejalan dengan peran Jasa Raharja sebagai BUMN yang menjadi bagian ekosistem Danantara Indonesia dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang lebih baik, khususnya di daerah.
Kondisi pendidikan di Nusa Tenggara Barat dalam beberapa tahun terakhir masih menghadapi berbagai tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Data tahun 2024–2025 yang disampaikan oleh Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menunjukkan terdapat sekitar 4.104 ruang kelas dalam kondisi rusak. Kendala lainnya adalah keterbatasan daya tampung di jenjang pendidikan menengah, dimana jumlah SMA, SMK, dan SLB tercatat hanya sebanyak 801 unit, sehingga belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan peserta didik. Ini membuat revitalisasi sekolah menjadi prioritas utama pemerintah.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana menegaskan bahwa bantuan ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendorong kemajuan masyarakat secara menyeluruh.
“Jasa Raharja meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Melalui program TJSL ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan desa wisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Kami berharap fasilitas yang lebih baik ini dapat meningkatkan semangat belajar siswa dan memberikan dampak positif jangka panjang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dewi menekankan bahwa peran Jasa Raharja tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan asuransi kecelakaan, tetapi juga mencakup kontribusi sosial yang lebih luas sebagai representasi negara hadir di tengah masyarakat. Program TJSL ini turut melibatkan sinergi antara kantor pusat dan wilayah, termasuk peran aktif petugas Jasa Raharja dalam memastikan implementasi program berjalan dengan baik. Pendekatan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan pelayanan prima, tidak hanya dalam layanan utama, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja terus memperkuat perannya sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada pelayanan publik di bidang perlindungan dasar, tetapi juga sebagai agen pembangunan sosial. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program TJSL yang menyasar sektor pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan secara berkelanjutan. Jasa Raharja akan terus hadir untuk memberikan manfaat serta menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan Indonesia.

Kementerian Kebudayaan Jajaki Kolaborasi dengan Danantara dan Jasa Raharja Hadirkan Museum Film di Kota Tua Jakarta
03/04/2026
Jakarta – Penguatan ekosistem budaya nasional melalui pemanfaatan aset bersejarah terus didorong oleh pemerintah. Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menginisiasi rencana kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan PT Jasa Raharja untuk menghadirkan museum di kawasan Kota Tua Jakarta.
Rencana tersebut dibahas dalam kunjungan Menteri Kebudayaan ke Gedung milik Jasa Raharja yang berlokasi di kawasan Kali Besar, Jakarta, pada Rabu (2/4). Kunjungan kerja tersebut disambut langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, yang menerima rombongan dan mendampingi peninjauan area gedung.
Kunjungan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Giring Ganesha Djumaryo, Senior Director Chief Marketing Officer Danantara Asset Management Dendi T. Danianto, SVP Business Performance & Assets Optimization Cluster Insurance & Pension Danantara Asset Management Hendrika Nora Osloi, serta Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Rubi Handojo.
Dalam peninjauan tersebut, Fadli Zon menilai bahwa gedung milik Jasa Raharja memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai museum yang menjadi bagian dari ekosistem budaya di Kota Tua Jakarta, sekaligus mendukung penguatan destinasi wisata berbasis sejarah. “Kita belum memiliki museum film maupun museum fotografi yang representatif. Padahal kita memiliki banyak aset dan kekayaan sejarah di bidang tersebut, namun belum memiliki ruang yang memadai untuk memamerkannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa melalui kolaborasi lintas pihak, aset-aset bersejarah yang dimiliki BUMN yang dikelola Danantara dapat dioptimalkan menjadi ruang publik yang produktif dan edukatif. “Gedung ini sangat menarik dan berada di lokasi yang strategis. Kita harapkan melalui kerja sama antara Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan Jasa Raharja, tempat ini bisa dikembangkan menjadi museum fotografi dan museum film, sebagai bagian dari ekosistem budaya di Kota Tua,” jelasnya.
Menurutnya, museum tersebut nantinya dapat menghadirkan narasi perjalanan perfilman dan fotografi Indonesia dari masa ke masa, termasuk menampilkan karya, dokumentasi visual, serta peralatan yang digunakan dalam proses produksi. “Masyarakat bisa melihat perkembangan film Indonesia dari awal hingga era modern, termasuk perkembangan fotografi dari masa ke masa,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan dukungan terhadap rencana kolaborasi tersebut sebagai bagian dari optimalisasi pemanfaatan aset perusahaan yang memiliki nilai historis tinggi. “Bangunan ini tidak hanya menjadi aset perusahaan, tetapi juga merupakan bagian dari warisan sejarah yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara produktif. Kami menyambut baik rencana kolaborasi ini sebagai upaya menghadirkan ruang budaya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Rubi Handojo, turut memberikan penjelasan mengenai sejarah gedung serta kawasan di sekitarnya, sebagai pusat aktivitas perdagangan dan pemerintahan pada masa lalu yang kini berkembang sebagai kawasan wisata budaya. Melalui rencana kolaborasi ini, diharapkan pemanfaatan aset bersejarah tidak hanya berorientasi pada pelestarian, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah sebagai destinasi edukasi, budaya, dan pariwisata yang terintegrasi di kawasan Kota Tua Jakarta.

Siaga Lebaran 2026 Ditutup, Jasa Raharja Catat Tren Positif Keselamatan Periode Mudik Lebaran 2026
30/03/2026
Jakarta, 30 Maret 2026 – PT Jasa Raharja menggelar Apel Penutupan Siaga Hari Raya Idulfitri 1447 H Tahun 2026 yang dilaksanakan di Auditorium Jasa Raharja, Jakarta, pada Senin (30/3/2026). Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian kesiapsiagaan perusahaan dalam mendukung kelancaran dan keselamatan arus mudik dan balik Lebaran tahun 2026.
Apel dipimpin langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin dan dihadiri jajaran Direksi, para Kepala Unit Kerja Kantor Pusat, dan seluruh Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan Jasa Raharja atas dedikasi dan kerja keras selama periode siaga.
Awaluddin menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan Siaga Idulfitri 2026 tidak terlepas dari sinergi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, hingga mitra rumah sakit dan operator transportasi.
“Siaga Idulfitri bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman. Saya mengapresiasi seluruh insan Jasa Raharja yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Awaluddin menekankan bahwa peran Jasa Raharja tidak hanya terbatas pada penanganan pascakecelakaan. Namun juga mencakup upaya preventif yang dilakukan secara konsisten, mulai dari edukasi keselamatan, pelaksanaan rampcheck, hingga penguatan koordinasi lintas sektor.
Menurutnya, berbagai upaya tersebut telah memberikan dampak positif terhadap kondisi keselamatan selama periode Lebaran tahun ini. Berdasarkan data Korlantas Polri (13–25 Maret), jumlah kecelakaan tercatat menurun sekitar 5%, sementara korban meninggal dunia turun signifikan hingga 30%.
Jasa Raharja mencatat, pada periode 13–29 Maret telah menyerahka santunan sebesar Rp38,06 miliar, serta menerbitkan 6.588 surat jaminan bagi korban luka-luka di 2.816 rumah sakit mitra di seluruh Indonesia.
“Tidak ada satu pun korban yang boleh menunggu. Itulah komitmen kita, dan itulah yang kita buktikan. Seluruh santunan korban meninggal dunia, termasuk dari kecelakaan menonjol, telah diselesaikan sesuai ketentuan berlaku,” ujar Awaluddin.
Dalam kesempatan tersebut, Awaluddin juga mengingatkan pentingnya transformasi layanan berbasis digital yang semakin terintegrasi, guna mempercepat proses penjaminan dan penanganan korban kecelakaan.
Melalui sistem yang terhubung dengan berbagai instansi, termasuk kepolisian dan rumah sakit, Jasa Raharja mampu memastikan pelayanan yang lebih cepat, tepat, dan transparan bagi masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan komitmen zero pending claim, di mana seluruh santunan bagi korban meninggal dunia dapat diselesaikan tepat waktu.
Selain itu, keberhasilan Program Mudik Gratis BUMN 2026 turut menjadi bagian dari capaian penting, dengan realisasi mencapai 116.688 pemudik, melampaui target yang telah ditetapkan.
Dalam aspek pelayanan di lapangan, Jasa Raharja juga mengoperasikan 25 Pos Pelayanan Terpadu (Posyanter) yang didukung mobile unit keselamatan serta tim respons cepat di berbagai titik strategis jalur mudik.
Apel penutupan ini sekaligus menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan Jasa Raharja untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat kolaborasi, serta menjaga semangat pelayanan kepada masyarakat.
Ke depan, Jasa Raharja berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan memperkuat peran strategisnya, tidak hanya sebagai penyedia santunan. Lebih dari itu juga sebagai mitra aktif dalam mewujudkan sistem transportasi yang berkeselamatan di Indonesia.

Jasa Raharja Pastikan Kesiapsiagaan Petugas di Jawa Timur lewat Peninjauan ke Pos Pelayanan Terpadu
29/03/2026
Jakarta, 29 Maret 2026 – Jasa Raharja memastikan kesiapsiagaan layanan melalui kunjungan kerja Direktur SDM & Umum Rubi Handojo ke sejumlah Pos Pelayanan Terpadu di wilayah Jawa Timur dalam rangka menghadapi arus balik Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjamin pelayanan publik tetap berjalan optimal, khususnya dalam memberikan perlindungan dasar atas risiko kecelakaan lalu lintas bagi masyarakat.
Dalam kunjungan yang berlangsung pada Rabu, 25 Maret 2026 tersebut, Rubi meninjau langsung beberapa Pos Pelayanan Terpadu, di antaranya di Karanglo Malang, Omah Jawa Magetan, serta Monumen Soerjo Madiun. Pos Pelayanan Terpadu merupakan hasil sinergi antara Kepolisian, kementerian, dan berbagai stakeholder terkait yang berperan penting dalam mendukung keselamatan perjalanan masyarakat selama arus mudik dan balik Idulfitri 2026.
Karakteristik arus mudik dan balik di Jawa Timur menunjukkan dinamika yang cukup tinggi. Data Polda Jawa Timur mencatat bahwa terjadi peningkatan jumlah pemudik ke Jawa Timur lewat semua moda transportasi, baik darat, udara, dan laut pada periode 13-24 Maret 2026. Terjadi peningkatan lalu lintas baik lewat jalur tol maupun arteri, mencapai 18 persen kendaraan yang masuk dan keluar dari Jawa Timur. Kenaikan penumpang transportasi udara mencapai 13 persen, tercatat di Bandara Juanda, Surabaya. Sementara itu, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mencatat kenaikan penumpang sebesar 21 persen, sedangkan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengalami penurunan jumlah penumpang sebesar 21 persen.
Menariknya, lalu lintas di Jawa Timur umumnya tidak hanya padat saat arus mudik dan balik, tetapi juga mengalami peningkatan setelah Idulfitri, khususnya di kawasan wisata, pusat perbelanjaan, dan tempat hiburan. Kondisi ini mendorong disiapkannya skenario pengamanan lanjutan guna mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat tersebut.
Sejalan dengan kondisi tersebut, peninjauan difokuskan pada kesiapan petugas Jasa Raharja, kelengkapan sarana pendukung, serta memastikan proses pelayanan santunan berjalan cepat, tepat, dan sesuai standar operasional. Hal ini menjadi bagian dari komitmen penerapan prinsip Zero Pending Claim, sehingga setiap korban kecelakaan dapat segera memperoleh haknya tanpa ada penundaan akibat birokrasi yang rumit dan berbelit.
Rubi menegaskan bahwa kesiapan di lapangan menjadi faktor kunci dalam memberikan pelayanan yang responsif. “Kami memastikan seluruh petugas Jasa Raharja siap siaga dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional. Pada momen arus balik, kecepatan layanan menjadi sangat krusial agar hak korban dapat segera terpenuhi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai bagian dari ekosistem BUMN di bawah Danantara Indonesia, Jasa Raharja terus mendorong penguatan pelayanan prima yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. “Kehadiran kami bersama stakeholder lainnya di Pos Pelayanan Terpadu merupakan wujud nyata negara hadir dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas Jasa Raharja mengedepankan nilai melayani sepenuh hati dengan pendekatan yang profesional dan humanis. Selain itu, koordinasi dengan Kepolisian, Dinas Perhubungan, serta fasilitas kesehatan terus diperkuat untuk memastikan proses penanganan korban kecelakaan berjalan cepat dan terpadu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh Pos Pelayanan Terpadu di Jawa Timur dapat berfungsi optimal sebagai garda terdepan pelayanan publik dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama arus balik Idulfitri 2026. Sebagai penyelenggara asuransi kecelakaan, Jasa Raharja akan terus memperkuat kualitas layanan dan memastikan setiap proses berjalan cepat, tepat, serta memberikan kepastian bagi masyarakat.

Jasa Raharja Pastikan Kenyamanan dan Keselamatan Pemudik pada Arus Balik Idulfitri 2026 di Lintas Sumatera dan Merak–Bakauheni
28/03/2026
Palembang, 28 Maret 2026 — Jasa Raharja terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan publik yang optimal selama periode arus balik Idul fitri 2026. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan pemantauan kesiapsiagaan guna memastikan kesiapsiagaan operasional pada arus balik di lintas Sumatera, antara lain ke wilayah Banten, Lampung dan Sumatera Selatan, termasuk kondisi arus balik di Dermaga Penyeberangan Ferry Merak dan Bakauheni, oleh Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Harwan Muldidarmawan, yang dimulai sejak hari Selasa tanggal 24 Maret 2026.
Sebagai bagian dari BUMN yang tergabung dalam ekosistem Danantara Indonesia, Jasa Raharja berperan memberikan perlindungan melalui perlindungan dasar bagi masyarakat yang korban kecelakaan. Kunjungan ini menjadi langkah untuk memastikan seluruh lini layanan berjalan optimal, khususnya dalam mendukung kelancaran dan keselamatan masyarakat selama arus balik.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, diawali dengan peninjauan kesiapan arus balik Idulfitri 2026 di lintas penyeberangan Merak–Bakauheni, Selasa (24/3), melalui kunjungan ke PT ASDP Indonesia Ferry di Pelabuhan Merak. Harwan Muldidarmawan bersama jajaran meninjau langsung kesiapan pelayanan, mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan, serta memastikan kelancaran operasional di titik krusial penyeberangan. Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga menyapa pemudik dan menyerap masukan secara langsung sebagai bagian dari penguatan sinergi antar pemangku kepentingan guna meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan selama arus balik.
Setelah melakukan penyeberangan menggunakan Ferry, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan korban kecelakaan lalu lintas di RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung sebagai wujud empati dan kepedulian kepada para korban kecelakaan lalu lintas. Selanjutnya Harwan Muldidarmawan juga menyapa para pemudik yang berada di Pos Pelayanan Terpadu Begadang V Bandar Lampung disertai penyerahan aksi simpatik kepada para pemudik. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pelepasan pengawalan arus balik kendaraan roda dua bersama dengan Kasat Lantas Polresta
Bandar Lampung. Pengawalan dilakukan dari Posyanter Begadang V Bandar Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni. Hal ini merupakan wujud komitmen Jasa Raharja dan seluruh stakeholder untuk memastikan keamanan dan kenyamanan arus balik pemudik yang menggunakan roda dua.
Peninjauan selanjutnya, Rabu (25/3), Harwan Muldidarmawan beserta Tim menuju Kota Pelambang melalui Jalan Tol Lintas Sumatera menuju Pos Pelayanan Terpadu (Posyanter) Talang Kelapa tepatnya di jalan Sukomoro KM 17 Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan yang merupakan jalur lintas Palembang - Jambi yang sering mengalami kepadatan. Pada Posyanter ini terdapat tim yang memberikan layanan kesehatan dari dinas kesehatan, layanan bengkel kendaraan, toilet dan tempat istirahat yang aman, serta menyediakan informasi penting bagi pemudik, armada ambulance dan mobil derek sebagai antisipasi.
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana yang mendukung pelayanan kepada masyarakat. Posyanter ini menjadi salah satu titik krusial di Sumatera Selatan dalam mendukung koordinasi lintas sektor guna menjamin keselamatan pengguna jalan.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh insan Jasa Raharja di lapangan siap memberikan pelayanan terbaik, cepat, dan tepat. Momentum arus balik ini menjadi ujian nyata bagi kesiapsiagaan kami dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat,” ujar Harwan. Selain melakukan peninjauan pos pelayanan terpadu, Harwan juga menjenguk korban kecelakaan yang sedang dirawat di RS Moh Hoesin Kota Palembang, Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Jasa Raharja untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, sekaligus memastikan proses penanganan korban kecelakaan berjalan dengan cepat, tepat, dan sesuai prosedur.
Dalam kesempatan tersebut, Harwan menegaskan pentingnya implementasi program Zero Pending Claim, yaitu memastikan tidak adanya pengajuan santunan yang tertunda. Program ini merupakan wujud nyata dari prinsip negara hadir dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan.
“Kami terus mendorong agar setiap proses penanganan korban kecelakaan dapat dilakukan secara cepat dan tepat, tanpa adanya keterlambatan dalam penyerahan santunan. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan prima dan empati sepenuh hati,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Jasa Raharja di wilayah Banten, Lampung dan Sumatera Selatan semakin siap dalam menghadapi potensi peningkatan mobilitas masyarakat selama arus balik. Komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik tidak hanya diwujudkan dalam kesiapan operasional, tetapi juga dalam kecepatan dan ketepatan penanganan korban kecelakaan.

Jasa Raharja Catat Penurunan Jumlah Kecelakaan dan Fatalitas selama Idulfitri 2026, Rekayasa Lalu Lintas Ikut Berperan
27/03/2026
Jakarta, 27 Maret 2026 — Jasa Raharja mencatat adanya penurunan jumlah kecelakaan dan fatalitas korban selama periode arus mudik dan balik Idulfitri 2026. Berdasarkan evaluasi Operasi Ketupat 2026, penurunan tersebut dinilai tidak terlepas dari efektivitas penerapan rekayasa lalu lintas, termasuk sistem one-way dan pengaturan distribusi kendaraan di sejumlah titik strategis.
Hal ini disampaikan dalam acara Pembukaan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas One Way Tahap II yang berlangsung di Command Center PJR KORLANTAS POLRI KM 29, Jumat (27/3), dan dibuka langsung oleh Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi. Kegiatan ini mencerminkan sinergi lintas sektor antara kepolisian, kementerian, dan BUMN, termasuk Jasa Raharja, dalam mewujudkan komitmen negara hadir dalam memberikan perlindungan dan pelayanan publik yang optimal selama periode Idulfitri 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Kakorlantas Polri Irjen. Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa telah terjadi penurunan jumlah kecelakaan dan angka fatalitas selama Operasi Ketupat 2026 berlangsung dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Berdasarkan hasil pengecekan peristiwa kecelakaan selama pelaksanaan Operasi Ketupat, terjadi penurunan fatalitas korban kecelakaan hingga 30,4%. Selain itu, jumlah peristiwa kecelakaan juga mengalami penurunan sebesar 5,3%,” ujar Agus.
Penerapan manajemen lalu lintas seperti sistem one way, contra flow, serta pengaturan distribusi kendaraan di jalur tol dan non-tol menjadi strategi utama dalam mengurai kepadatan kendaraan, sehingga perjalanan baik mudik maupun balik menjadi lebih aman dan nyaman. Langkah ini juga didukung oleh kehadiran petugas di lapangan, termasuk petugas Jasa Raharja, yang turut aktif dalam pemantauan dan penanganan kecelakaan lalu lintas.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menambahkan bahwa meskipun terjadi penurunan angka kecelakaan, perhatian tetap perlu diberikan pada dominasi kendaraan roda dua serta kecelakaan di jalan non-tol.
“Kami mencermati bahwa peristiwa kecelakaan masih didominasi oleh kendaraan roda dua yang terjadi di jalur non-tol. Oleh karena itu, pengaturan distribusi lalu lintas dan kendaraan menjadi sangat penting agar arus balik dapat lebih terkendali dan risiko kecelakaan dapat ditekan,” jelas Awaluddin.
Lebih lanjut, Awaluddin menyampaikan bahwa sebagai penyelenggara asuransi kecelakaan Jasa Raharja, perusahaan telah memastikan penyaluran santunan kepada korban kecelakaan berjalan dengan cepat dan tepat.
“Hingga saat ini, kami telah menyalurkan santunan kepada korban meninggal dunia maupun ahli waris dengan total nilai mencapai Rp11,9 miliar. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, serta memastikan bahwa hak korban terpenuhi secara optimal,” tambahnya.
Sebagai bagian dari BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Raharja terus memperkuat perannya dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat. Dengan semangat melayani sepenuh hati, berbagai langkah strategis dilakukan untuk memastikan kehadiran negara dirasakan dalam setiap layanan, khususnya pada momentum dengan mobilitas tinggi seperti Idulfitri.
Keberhasilan menekan angka kecelakaan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara seluruh stakeholder, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keselamatan transportasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam melindungi masyarakat Indonesia.

Jasa Raharja Perkuat Sinergi Pengamanan Arus Balik Idulfitri 2026 Lewat Pemantauan Bersama di Jasamarga Tollroad Command Center
26/03/2026
Jakarta, 26 Maret 2026 – Jasa Raharja imengikuti kegiatan peninjauan arus balik Idulfitri 2026 yang berlangsung di Jasa Marga Toll Road Command Center KM 29, Bekasi, pada Rabu, 25 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan koordinasi lintas sektor dalam memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus meningkatkan aspek keselamatan bagi masyarakat yang kembali ke Jakarta dan sekitarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin dan Direktur Operasional Jasa Raharja Ariyandi hadir mendampingi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono. Peninjauan dilakukan melalui pusat kendali untuk memonitor kondisi arus kendaraan secara real time serta mengevaluasi penerapan rekayasa lalu lintas.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pengendalian arus balik dilakukan berbasis indikator V/C ratio serta pemantauan intensif terhadap volume kendaraan.
Ia menjelaskan, “Per tadi malam ada 1.958.838 kendaraan yang masuk, dan tadi pukul 12.00 WIB bertambah sekitar 82.000 sehingga total 2.040.000 kendaraan sudah masuk Jakarta. Artinya masih ada sisa dari 2.521.229 kendaraan yang meninggalkan Jakarta dikurangi 2.040.000. Inilah yang menjadi PR kita untuk diurai dalam kegiatan terkait puncak arus balik.”
Sigit juga menambahkan bahwa puncak arus balik tertinggi telah terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 malam dengan jumlah mencapai 256.338 kendaraan, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 223.163 kendaraan. Seiring dengan perkembangan kondisi di lapangan, rekayasa lalu lintas berupa one-way nasional juga telah disesuaikan menjadi one-way sepenggal.
“Namun demikian, kami tetap terus waspada. Apabila nanti terjadi bangkitan arus yang tinggi, kami akan menyesuaikan,” tambahnya.
Kehadiran Jasa Raharja dalam kegiatan ini menegaskan perannya sebagai bagian dari pelayanan publik yang mendukung keselamatan transportasi. Jasa Raharja merupakan BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia yang memiliki mandat memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat melalui program asuransi kecelakaan. Peran ini menjadi wujud nyata negara hadir dalam memberikan perlindungan kepada pengguna jalan.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan bahwa tren keselamatan selama periode siaga Lebaran menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Terjadi peristiwa fatalitas yang turun 28% dibandingkan periode yang sama, yaitu 12 hari dalam Siaga Angkutan Lebaran. Tahun ini tercatat 228, dibandingkan 318 pada tahun lalu. Sampai dengan kemarin malam, kami telah memberikan santunan sebesar Rp11,2 miliar kepada 224 korban meninggal dunia yang telah disalurkan kepada keluarga korban dan ahli waris,” ungkapnya.
Namun demikian, Awaluddin menegaskan bahwa faktor risiko masih perlu menjadi perhatian bersama. “Dominasi masih pada kendaraan bermotor roda dua, dengan penyebab utama seperti fatigue driving atau kelelahan pengemudi, karena jarak perjalanan yang panjang di atas 6–7 jam serta kondisi kendaraan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Jasa Raharja juga mengoptimalkan kesiapan petugas Jasa Raharja di lapangan untuk memberikan respons cepat terhadap korban kecelakaan serta memastikan proses penyerahan santunan berjalan tepat waktu. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk melayani sepenuh hati dan menghadirkan pelayanan prima kepada masyarakat.
Pada sisa periode arus balik Idulfitri 2026, Jasa Raharja menegaskan akan terus memantau hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan dan kelancaran dari perjalanan masyarakat. Kolaborasi antara kepolisian, kementerian, operator jalan tol, dan Jasa Raharja menjadi faktor kunci dalam menjaga arus balik yang aman, nyaman, tertib, dan berkeselamatan.

3.712 Surat Jaminan Diterbitkan, Jasa Raharja Pastikan Kemudahan Penanganan Korban Kecelakaan di Masa Idulfitri 2026
25/03/2026
akarta, 25 Maret 2026 – Dalam rangka Siaga Idulfitri 2026, Jasa Raharja terus memastikan pelayanan kepada korban kecelakaan lalu lintas berjalan cepat dan tepat. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kunjungan Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, ke RS dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi pada Rabu (25/3), guna meninjau langsung pelayanan kepada korban kecelakaan.
Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah proaktif perusahaan dalam memastikan seluruh korban kecelakaan mendapatkan penanganan optimal sejak awal kejadian, termasuk melalui percepatan jaminan pembiayaan dengan penerbitan guarantee letter (GL) secara cepat dan terintegrasi di fasilitas kesehatan.
Sebagai instrumen utama pelayanan, GL berperan memastikan korban kecelakaan dapat segera memperoleh penanganan medis tanpa hambatan administratif. Melalui integrasi sistem digital antara Jasa Raharja, rumah sakit, dan kepolisian, proses verifikasi hingga penerbitan GL kini dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat, sehingga mempercepat respons penanganan korban di fase kritis.
Berdasarkan data internal Jasa Raharja, selama periode 13–24 Maret 2026, Jasa Raharja mencatat sebanyak 3.712 penerbitan GL, menunjukkan optimalisasi layanan berbasis digital yang semakin memperkuat kecepatan dan ketepatan penjaminan korban kecelakaan.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa kecepatan pelayanan menjadi faktor kunci dalam meningkatkan peluang keselamatan korban. “Kehadiran kami di rumah sakit adalah untuk memastikan bahwa korban mendapatkan jaminan pelayanan tanpa kendala, sehingga fokus utama tetap pada penanganan medis. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, proses penjaminan dapat dilakukan lebih cepat, sehingga mempercepat penanganan korban, khususnya pada kondisi kritis,” ujarnya.
Selain memastikan pelayanan di rumah sakit, Jasa Raharja juga terus memantau perkembangan data kecelakaan secara nasional. Berdasarkan data Korlantas Polri, pada periode 13–24 Maret 2026 tercatat sebanyak 2.607 kejadian kecelakaan dengan total 4.769 korban, yang terdiri dari 228 korban meninggal dunia dan 4.541 korban luka-luka.
Tahun ini Jasa Raharja mencatat jumlah kecelakaan mengalami penurunan sekitar 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan terdapat penurunan signifikan pada tingkat fatalitas, di mana jumlah korban meninggal dunia sebesar 28%. Awaluddin menambahkan bahwa penurunan fatalitas ini tidak terlepas dari peran kecepatan penanganan korban yang didukung oleh sistem yang semakin terintegrasi.
“Penurunan fatalitas menunjukkan bahwa kecepatan penanganan korban, termasuk melalui penerbitan GL yang lebih cepat dan sistem yang terintegrasi, telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan peluang keselamatan korban kecelakaan,” tambahnya.
Melalui Siaga Idulfitri 2026, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tidak hanya melalui penyaluran santunan, tetapi juga melalui transformasi digital dan penguatan kolaborasi dengan rumah sakit serta instansi terkait.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung sistem transportasi yang lebih berkeselamatan, sekaligus memastikan kehadiran negara dalam melindungi masyarakat di setiap fase penanganan kecelakaan.

Jasa Raharja Bersama Korlantas Polri Pastikan Kesiapan Arus Balik Idulfitri 2026 demi Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat
24/03/2026
Jakarta, 24 Maret 2026 — Jasa Raharja bersama jajaran Korlantas Polri melakukan peninjauan langsung ke Command Center Kilometer 29 pada hari ini (23/3/2026) guna memastikan kesiapan pengamanan dan kelancaran arus balik Idulfitri 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadirkan pelayanan publik yang optimal bagi masyarakat.
Tinjauan tersebut diikuti oleh Direktur Hubungan Kelembagaan Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana yang secara langsung memantau kesiapan sistem pengendalian lalu lintas serta sinergi antar pemangku kepentingan di lapangan. Command Center KM 29 menjadi salah satu titik strategis dalam pengelolaan arus kendaraan, khususnya pada periode puncak arus balik.
Koordinasi antara Korlantas Polri dan berbagai stakeholder, termasuk Jasa Raharja, terus diperkuat untuk memastikan implementasi rekayasa lalu lintas berjalan efektif. Berbagai skema seperti contraflow, one way, hingga sistem ganjil-genap telah disiapkan mengikuti kondisi di lapangan.
Dewi Aryani Suzana menegaskan bahwa keterlibatan aktif Jasa Raharja dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen perusahaan sebagai bagian dari BUMN yang tergabung dalam ekosistem Danantara Indonesia untuk mendukung keselamatan masyarakat selama periode Idulfitri 2026.
“Melalui kegiatan peninjauan ini, kami memastikan kesiapan personel dan sistem operasional di lapangan berjalan optimal. Jasa Raharja terus berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan seluruh stakeholder guna mengantisipasi lonjakan arus balik, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan berkeselamatan. Ini adalah bagian dari komitmen kami dalam memberikan pelayanan prima,” ujar Dewi.
Ia menambahkan bahwa dukungan Jasa Raharja tidak hanya terbatas pada aspek koordinasi, tetapi juga mencakup kesiapan layanan asuransi kecelakaan Jasa Raharja yang siaga selama periode Idulfitri. Hal ini menjadi bagian dari implementasi prinsip negara hadir dalam memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat. Sementara itu, pihak Korlantas Polri menyampaikan bahwa sinergi dengan berbagai mitra, termasuk Jasa Raharja, sangat penting dalam memastikan kelancaran arus balik Idulfitri 2026. Pengawasan intensif di titik-titik krusial, seperti jalur contraflow dan bahu jalan, terus dilakukan guna meminimalkan potensi hambatan di lapangan.
Korlantas juga memprediksi adanya dua gelombang puncak arus balik, yakni pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026. Untuk itu, seluruh personel dan sistem pemantauan akan dioptimalkan secara real-time guna merespons dinamika lalu lintas secara cepat dan tepat.
Setelah kunjungan di Command Center KM 29, Dewi Aryani Suzana melanjutkan kegiatan dengan berkunjung ke Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 di Kantor Kementerian Perhubungan RI. Dalam kesempatan tersebut, ia melakuka pemantauan langsung terhadap kesiapan lintas sektor serta memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Selanjutnya, Dewi juga melakukan pemantauan dan koordinasi di Kantor Pusat Jasa Raharja guna memastikan kesiapan internal perusahaan tetap optimal dalam mendukung kelancaran arus balik Idulfitri 2026.
Sebagai perusahaan yang mengedepankan nilai melayani sepenuh hati, Jasa Raharja terus berupaya menghadirkan layanan yang responsif dan terintegrasi dengan berbagai pihak. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat serta mendukung kelancaran mobilitas selama periode arus balik Idulfitri 2026.
Load More
Video

6 Mar 2026
Mudik Aman Berbagi Harapan

16 Dec 2025
Melayani Sepenuh Hati

2 Dec 2025
Stay Safe, Heroes! Waspada di Jalan, Hindari Kecelakaan!

2 Dec 2025
TETAP TAAT! Karena Jalan Dekat, Belum Tentu Selamat

2 Dec 2025
Dari Luka ke Harapan: Semangat Hidup Pak Suryo dan Dukungan Jasa Raharja

2 Dec 2025
JASMIN - Pelindungmu Dari Masa Depan

2 Dec 2025
Jasa Raharja: Negara Hadir Melindungi dan Melayani Sepenuh Hati

25 Nov 2024
BUMN Berangkatkan Pemudik Program Mudik Aman Mudik Sehat Bersama BUMN 2022

25 Nov 2024
Pelayanan Kecelakaan yang Terintegrasi

25 Nov 2024
Cintai Diri Sayangi Negeri
Load More




